Diskusi PasFM: Gubernur di Mata Pengusaha

  • By Humas FEB
  • In MM NEWS
  • Posted 26 April 2018

MM FEB UA Kadin 2 25apr2018

Masih perlukah kuliah tinggi, ketika pelamar untuk transportasi online yang bergelar S1 Dan S2 semakin meningkat? Ketika beberapa institusi besar seperti Google tidak mensyaratkan ijazah? Bagaimana peran pemerintah terhadap pengangguran berijazah sarjana?

Pertanyaan menarik tersebut, mengemuk dalam diskusi Forum Bisnis yang diselenggarakan PasFM, Rabu 25 April 2018 lalu. Dengan topik "Gubernur Baru di Mata Pengusaha", hadir KPS MM FEB Unair, Dr Gancar C Premananto dan Ketua KADIN Surabaya, Jamhadi sebagai pembicara.
Di sesi pertama disampaikan bahwa Gubernur Jatim Pakdhe Karwo dan Wakil Gubernur Gus Ipul, telah berhasil membawa Jatim menjadi lebih baik, dengan berbagai indikator ekonomi dan perolehan prestasi. Hal tersebut, memberikan pondasi yang baik bagi Gubernur mendatang.
Di sesi kedua dimunculkan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh Gubernur baru. Tantangan keberlanjutan kebijakan dan program; revolusi industri 4.0; mengurangi kerak kemiskinan; tenaga kerja; produk import; upaya peningkatan pariwisata dikemukakan oleh kedua narasumber. Dan yang perlu juga diapresiasi adalah adanya situasi yang tetap aman, nyaman Dan kondusif selama masa kampanye, baik offline maupun online.
Sesi ketiga mengenai apa yang harus dilakukan oleh Gubernur baru dan tanya jawab, menjadi sesi penutup. Sekaligus menjawab pertanyaan di awal, Gubernur baru harus mampu menjaga stabilitas ekonomi dan kepastian regulasi. Gubernur baru harus mampu mengakomodasi perkembangan dalam era DigiNet Dan globalisasi, namun tetap melindungi masyarakatnya. Pemerintah perlu membangun hubungan yang erat antara akademisi, Bisnis Dan pemerintah (ABG) dalam membangun SDM unggul, berdaya saing, inovatif dan memiliki spiritualitas tinggi.
Gancar juga menutup dengan pernyataan bahwa kedua paslon memiliki latar belakang yang sama-sama agamis dan nasionalis, pria dan perempuan, serta memahami Jatim. Pendekatan yang dilakukan keduanya juga masih relatif sama dan konvensional, yakni kunjungan ke ulama, komunitas dsb. Program-program yang ditawarkan juga masih belum terlihat spesifik dan masih normatif. Masih ditinggu adanya terobosan tema dan program kampanye. Tapi dari aspek kreativitas paslon 2 telah memunculkan kreativitas di medsos YouTube, dengan menampilkan parodi Dilan 1990.
Mari kita tunggu bersama... Semoga Jatim semakin sukses dan berprestasi, Aman dan kondusif bagi dunia Bisnis. (gcp)

Hits 354
FaLang translation system by Faboba